Samarekat

Satu sudut yang tidak akan anda lewatkan di kawasan ini yaitu pemandangan dari puncak bukit jalur Samarekat. Hamparan hijau kebun jagung, padang rumput yang dipenuhi oleh Sapi-Sapi Putih peliharaan warga setempat dilatar belakangi birunya air laut Selat Alas menambah keasrian alam yang akan anda nikmati keindahannya. Jalur ini merupakan salah satu jalur alternative yang biasa ditempuh oleh pengendara dari Kab. Sumbawa memasuki Kab. Sumbawa Barat. Belokan-belokan tajam akan anda jumpai saat anda melintasi bukit ini. Dipuncak bukit akan anda dapati beberapa buah berugak tempat beristirahat bagi anda setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Melepas penat dengan memesan makanan ataupun minuman disini akan memuaskan dahaga dan menyegarkan kembali tubuh anda dari kepenatan. Layanan ini hanya dapat dinikmati dari pagi hingga sore hari saja, mengingat lokasi ini cukup jauh dari perkampungan setempat. Bila anda melintasi jalur ini dimalam hari. Pertimbangkan factor keamanan anda bila anda bermaksud beristirahat di lokasi ini.

Hamparan perkebunan Sisal juga akan anda dapatkan dikawasan ini. Tumbuhan Sisal merupakan salah satu tanaman yang sedang dibudidayakan di beberapa lokasi di Kabupaten Sumbawa Barat. Sisal merupakan tanaman yang berasal dari Tanzania di Benua Afrika yang merupakan bahan baku pembuatan karpet Yang berkualitas tinggi. Jenis tanaman ini sejak setahun terakhir telah dibudidayakan di Kabupaten Sumbawa Barat  salah satunya di Kec. Poto Tano ini. Tanaman ini dinilai mampu dibudidayakan di lahan tidur dan tidak terpengaruh dengan kekeringan. Nilai ekonomi yang menjanjikan bagi petani menjadi keunggulan tersendiri dalam budidaya tanaman ini.

Desa Rarak Ronges

Bagi sebagian orang, berkunjung ke suatu daerah yang hening, sepi, dan jauh dari keramaian ditemani kicauan burung dan segarnya udara alam pegunungan menjadi sensasi tersendiri bagi anda yang menyenangkan dan menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Wilayah Kecamatan Brang Rea merupakan basis bagi sector pertanian dengan menitikberatkan pada agrobisnis dan agroindustri. Di wilayah ini anda akan menjumpai rumah-rumah tradisional terbuat dari bahan-bahan kayu dan bambu, suara-suara Nisung dan Rantok yang beradu dengan Ngalu saat musim panen padi, bukit-bukit yang melatari areal persawahan milik masyarakat yang terhampar sejauh mata memandang.

Rarak dan ronges adalah dua buah dusun kecil yang berada diatas pegunungan dengan ketinggian sekitar 800 meter dpl. Berada di dataran tinggi menjadikan rarak ronges sebagai daerah yang cocok ditanami berbagai pohon buah-buahan tropis seperti durian, rambutan, dll serta sangat cocok untuk perkebunan kopi, teh, cengkeh, tembakau, lada dan vanili yang sering sering disebut sebagai emas hijau ini. Kopi luwak yang berasal dari daerah ini merupakan kopi luwak dengan kualitas terbaik yang harus anda cicipi kelezatannya.

Wilayah perbukitan rarak ronges ini juga terdapat beberapa gua alam yang masih asli dengan tampilan stalaktit dan stalagmite yang sangat indah seperti gua mombers, bidayang, selarong, liang duri dan gua bilik jangi dan beberapa gua-gua lain yang dapat anda nikmati keindahannya setiap saat.

Selain Gua, didaerah ini anda juga akan menjumpai air terjun yang terletak agak jauh dari pemukiman.  Sejuknya udara pegunungan, aneka macam cendawan, kicauan burung Sangkalawi dan kokok ayam hutan akan membuat anda terpesona oleh potensi daerah yang layak menjadi wanawisata ini.

Dusun ini dapat anda capai dengan berkendara selama 2 jam dengan kendaraan jenis Ranger yang beroperasi dari Taliwang-Rarak Ronges PP setiap harinya. Bagi anda yang hobby hiking atau trekking, anda dapat berjalan kaki selama 4 jam mendaki perbukitan yang cukup terjal ini. Atau anda dapat memanfaatkan kuda tunggangan dari Desa Bangkat Monteh ke Desa Rarak Ronges. Pemandangan alam yang ditawarkan tak akan mengecewakan anda.

Desa Wisata Mantar

Wisata alam pegunungan dan wisata sejarah dapat menjadi pilihan anda jika berkunjung ke desa ini. Desa Mantar adalah sebuah desa yang berada pada ketinggian kurang lebih 600 m diatas permukaan  laut, dengan penduduk sekitar 1. 500 jiwa. Mantar mempunyai sejarah yang sangat unik dimana masyarakatnya terdiri dari beberapa suku dan keturunan. Menurut sejarah, Desa Mantar mulai terbentuk sekitar ratusan tahun yang lalu dimana penduduknya berasal dari berbagai etnis yang kapalnya terdampar di perairan Selat Alas.

Kawasan ini sangat cocok menjadi jalur trekking yang menantang karena medan yang akan ditempuh cukup terjal. Dengan kondisi jalan menanjak dan jurang-jurang dalam disisinya. Desa ini beberapa waktu lalu telah dicanangkan oleh Bupati Sumbawa Barat sebagai salah satu tujuan wisata berkat panorama alam, keramahan penduduk, serta uniknya budaya dan kultur yang ada. Desa Mantar dipilih sebagai Desa Budaya, karena di desa ini sejumlah kebudayaan Sumbawa Barat bisa dilihat. Mulai dari budaya Bedempak atau adu kaki, hingga gasingan atau main gasing. Rasa lelah anda akan hilang seketika saat anda menikmati suguhan panorama alam pegunungan di titik tertinggi ini.