PETUNJUK TEKNIS BAGESA

Bagesa dalam kebudayaan Sumbawa dulu diidentikkan dengan teater tradisional. Ada pula yang mengidentikkan Bagesa dengan Lawak. Kedua-duanya benar namun juga ada pula kurang benarnya. Mengapa pula dikatakan ada kurang benarnya? Sebab, Bagesa dalam terminologi bahasa Samawa diartikan sebagai sebuah kegiatan bergurau atau bercanda untuk menimbulkan kelucuan bagi yang mendengarnya, yang dilakukan oleh satu orang atau lebih. Namun, kami dari Kerukunan Masyarakat Seni Samawa ano Rawi (Kemas Samawi) Toke Pangeto lebih mengidentikkan Bagesa dengan istilah, Komedi.


“Bagesa” bergurau/bercanda, yang dimaksud adalah Bagesa Mesa’ atau Bagesa yang diperankan oleh satu orang yang lebih trend dikenal dengan Stand-up comedy. Pelaku bagesa membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri, di depan pemirsa langsung dengan bermonolog mengenai sesuatu topik. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut “Tau Gesa”. Lawakannya merupakan ekspresi dari ketidaksetujuan terhadap sesuatu berupa kritik sosial yang berdasarkan research (penelitian) atau bahkan kegelisahan diri, maka dari itu Bagesa juga disebut sebagai komedi cerdas, yang sangat berbeda dengan lawak (pelawak) pada umumnya. Jadi, Bagesa memberikan pengamatan atau pengalaman pribadi. Mengutarakan keresahan, memotret kehidupan sosial masyarakat dan menyuguhkan ke masyarakat dengan konsep jenaka. Meskipun ada Riving yaitu membuat materi dengan mengajak penonton berinteraksi (entah itu membully/menggombal/mengutarakan cinta, dll). Bagesa atau Stand-Up Comedy beda dengan joke telling karena kita di sini berdiri, beropini dan beragumen.

Ciri materi Bagesa (Stand-Up Comedy), materinya hasil dari pemikiran sendiri, mengutarakan dan membela opini serta pandangannya. Sedangkan, joke telling melucu sambil melemparkan anekdot, tebak-tebakan, lelucon yang telah dikumpulkan.

Bit : kumpulan materi stand up yang terdiri atas set-up dan punchline dalam
satu premis.
Premis : awal keresahan/ judul

FORMAT MATERI

Yang dimaksud dengan materi adalah bahan lawakan (jokes) yang dibawakan oleh Tau Gesa yang mereka buat sendiri. Materi Bagesa harus berformat Set Up & Punch atau boleh menggunakan format lain seperti Rule of Three.
1. Set Up adalah bagian yang tidak lucu dari sebuah joke/bit. Set Up berfungsi untuk memancing penonton agar mereka penasaran. Saat mendengarkan Set Up suatu bit, penonton memikirkan 1st Story, yaitu bayangan atau pikiran penonton mengenai Set Up suatu bit.

2. Punch (punch line) adalah bagian yang lucu dari sebuah joke/bit. Punch berfungsi untuk menyodorkan kejutan kepada penonton. Saat mendengarkan Punch suatu bit, penonton memikirkan 2nd Story, yaitu bayangan atau pikiran penonton mengenai Punch suatu bit.

3. Rule of Three yaitu format suatu bit yang memberi tiga contoh sesuatu, tetapi contoh yang ketiga adalah Punch.


HAL WAJIB YANG HARUS DILAKUKAN TAU GESA

1. Don't Try To Be Funny maksudnya yaitu biarlah penonton menertawakan materi yang dibawakan, bukan menertawakan Tau Gesa nya. Jadi, Tau Gesa tidak boleh melucu-lucukan dirinya seperti memakai pakaian yang aneh, berlagak latah, gagap, dan sebagainya.

2. Don't Tell Street Jokes maksudnya yaitu “Tau Gesa” tidak boleh membawakan materi atau jokes yang sudah umum atau sudah pernah didengar orang banyak. Jadi, “Tau Gesa” harus membawakan materi buatan dirinya sendiri. Biasanya “Tau Gesa” yang membawakan Street Jokes (sering disebut sebagai Joke Kodian) akan dipanggil “Tau Gesa” Kodian.

3. Don't Tell Stories maksudnya yaitu “Tau Gesa” tidak boleh membawakan jokes yang terlalu panjang seperti cerita. Jadi, “Tau Gesa” harus membawakan jokes yang singkat saja.

4. Be Serious maksudnya yaitu “Tau Gesa” yang tampil harus terlihat serius, tidak "cengengesan" seperti kebanyakan pelawak.
5. Santai maksudnya “Tau Gesa” juga harus santai, karena dengan begitu ia akan membawakan materinya dengan lebih mudah.
6. Persona maksudnya yang akan dikatakan sebagai “Tau Gesa” yang bagus adalah “Tau Gesa” yang memiliki jati diri atau persona, jadi, dia harus memiliki ciri khas dan jargon-jargon yang bisa dijadikan sebagai identitasnya. Dengan kata lain “Tau Gesa” harus mengenali dirinya lebih dalam agar personanya muncul.

ISTILAH-ISTILAH BAGESA
1. Irak/Kill/pecah/komporgas : ketika kita sukses membuat penonton tertawa
2. Ngempong/Bomb : ketika kita gagal membuat penonton tidak tertawa (Garing)
3. Soret Kabali/Call back : mengulang lagi Punch pada premis selanjutnya karena masih dianggap lucu.

SYARAT-SYARAT LOMBA:
• Kompetisi ini terbuka untuk kalangan siswa, mahasiswa, dan Masyarakat di KSB dan Sumbawa Besar, maksimal berumur 40 tahun.
• Menggunakan Bahasa Indonesia & Sumbawa dan variasi dialeknya (harus ada beberapa Lawas).
• Peserta diwajibkan menyertakan profil diri.
• Peserta dipungut biaya (Rp.50.000/orang).
• Dilarang membawa materi dengan unsur SARA.
• Dilarang nge-blue (unsur porno).
• Dilarang membawa unsur politik (Black Campaign dll).

TEKNIS PERLOMBAAN
• Tau Gesa harus hadir 20 menit sebelum acara dimulai
• Bagi Tau Gesa yang dipanggil 3 kali berturut-turut namun tidak juga tampil, maka dinyatakan gugur atau mengundurkan diri.
• Durasi maksimal 7 menit untuk tahap seleksi dan 10 menit untuk tahap final.
• Tau Gesa yang tampil melebihi waktu yang telah ditentukan akan dikurangi poinnya sebanyak 10 poin.
• Tau Gesa tidak boleh menggunakan alat bantu (media/kostum/properti) kecuali pengeras suara yang disediakan oleh panitia.
• Materi bebas
• Seluruh Tau Gesa akan tampil dalam babak penyisihan. Pada saat final akan dipilih 10 nominator Tau Gesa, dan akan dipilih lagi menjadi juara 1 s.d. juara 5.

HADIAH & PENGHARGAAN
1. Juara 1 Rp. 1.000.000 + Piagam Penghargaan
2. Juara 2 Rp. 750.000 + Piagam Penghargaan
3. Juara 3 Rp. 500.000 + Piagam Penghargaan
4. Juara 4 Rp. 250.000 + Piagam Penghargaan
5. Juara 5 Rp. 250.000 + Piagam Penghargaan

KRITERIA PENJURIAN (POIN PENILAIAN 10 – 100)
1. Originalitas Ide
2. Bobot Materi
3. Delivery (cara penyampaian)
4. LPM (laugh per minute)
5. Act out (gesture, Mimik dan Ekspresi)
Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

TEMPAT & BATAS PENDAFTARAN
Adapun tempat dan batas pendaftaran kegiatan adalah :
Hari, Tanggal : Senin: 8 Februari 2015
Waktu : 12.00 Wita
Tempat : UD. Berlian
Alamat : Jalan Sutan Sahrir No. 20 Bugis Taliwang (samping Kantor Notaris Fauziah, S.H., M.Hum., M.Kn.) khusus peserta dari KSB
• Dan atau via sms ke nomor 0852 5350 0919—0819 3676 6647 bagi peserta luar KSB (untuk konfirmasi peserta).
• Menyerahkan kelengkapan pendaftaran.

PERTEMUAN TEKNIS
Akan dilaksanakan pada
Hari, Tanggal : Senin, 8 Februari 2015
Waktu : 14.00 – selesai
Tempat : Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif KSB

PELAKSANAAN LOMBA
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan adalah :
Hari, Tanggal : Kamis-Sabtu: 11-13 Februari 2015
Waktu : 19.30 – selesai
Tempat : Taman Tiang Nam

PENUTUP
Demikian petunjuk teknis “Bagesa atawa Stand-Up Comedy” ini kami sampaikan. Atas perhatian dan partisipasi Bapak/Ibu/Sdr., kami mengucapkan terima kasih.
Kemas Samawi Toke Pangeto

 

Kemas Samawi Toke Pangeto

Ketua,

FATHI YUSUF