Gua Mumber, Daya Tariknya Terpendam

Sumbawa Barat, potensi wisatanya tersimpan bagai mutiara terpendam. Selain pulau-pulau kecil, pantai dan rawa Lebo, Sumbawa Barat ternyata cukup banyak terdapat obyek wisata yang laik diketahui. Salah satunya adalah Gua Mumber yang terletak di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea. Potensi yang begitu kaya suatu saat akan menjadi sebuah tujuan wisata alternatif jika dikembangkan.

 

Konon menurut cerita, Gua Mumber merupakan tempat persembunyian penduduk dari kejaran pasukan Belanda di jaman penjajahan. Letaknya yang sangat tersembunyi dan cukup jauh dari permukiman penduduk menjadikan tempat tersebut sangat aman untuk lokasi persembunyian. Selain sering dikunjungi oleh para pendaki dan pecinta alam, Gua Mumber juga dikenal sebagai satu-satunya gua terbesar di Sumbawa Barat. Diyakini juga sebagai tempat persebunyian pasukan Undru pada saat itu.

Photo : Anas, Yudi Rusdian

Stalagtit dan stalagmit di Gua Mumber memiliki daya tarik yang dapat dijadikan sebagai obyek penelitian geologi dan tujuan wisata trekking. Potensi Gua Mumber yang sangat menarik sebagai daerah tujuan wisata, tidak bisa diragukan lagi. Beberapa tahun yang lalu, gua mumber tidak banyak orang yang mengetahui keberadaanya. Namun kini menjadi perhatian para adventurer termasuk salah satu program televisi yaitu Jejak Petualang Trans7 (JP) juga datang untuk meliput keberadaan Gua Mumber.

Photo :Yudi Rusdian (Adventurous Sumbawa)

Gua Mumber dari desa Bangkat Monteh dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau dengan menggunakan kuda melewati trek jalan setapak. Jika dengan berjalan kaki atau berkuda, waktu tempuh menuju gua Mumber 1,5 jam. Jika ingin menggunakan kuda, kita dapat meyewa kuda di masyarakat setempat. Melewati jalan setapak dengan trek yang cukup menantang seperti tanjakan dan turunan menjadi tantangan tersendiri dalam dalam perjalanan menuju gua Mumber.

Pejalanan menuju Gua Mumber yang cukup melelahkan namun sangat berkesan. Lelah terbayarkan oleh eksotisnya gua Mumber yang telah terbentuk secara alami sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam. Kelompok sadar wisata desa Bakat Monte berharap jika potensi gua Mumber dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata trekking. Selama ini daerah tersebut dikenal sebagai kawasan aktivitas penebangan liar. Jika kawasan tersebut tersebut menjadi kawasan wisata yang dikenal oleh banyak orang, maka dengan sendirinya akan sering dikunjungi. Dengan demikian aktivitas penebangan liar yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dapat diminimalisir ungkap (Sapes) salah seorang pemuda desa Bakat Monte. (AP)