Festival Penyekan Ramaikan Peringatan Maulid Tingkat Kabupaten

Salah satu tradisi turun temurun yang diperingati setiap memasuki bulan bulan Rabiul Awal adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Moment dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut diperingati dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti dzikir dan doa bersama, tabligh akbar, pawai ta'aruf, dan kegiatan lainnya yang bernuansa religius. Aktifitas masyarakat akan nampak dari sejak persiapan peringatan maulid nabi. Seperti biasanya, masyarakat akan disibukkan dengan aktifitas pembuatan me minyak (nasi minyak). Di masjid-masjid desa maupun kecamatan secara bergilir melaksanakan moment penting tersebut. Panitia pelaksana tidak akan disibukkan dengan penyediaan konsumsi, karena sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut, masing-masing warga menyediakan 1 hingga 3 kotak per kepala keluarga untuk selanjutnya di antar ke Masjid tempat pelaksanaan peringatan maulid.


Di Kabupaten Sumbawa Barat peringatan maulid Nabi Muhammad oleh masyarakat diberi nama munid. Sama halnya dengan daerah-daerah lain yang ada di Nusantara, peringatan munid ini tetap bernuansa religius yaitu bertujuan untuk memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap baginda nabi besar Muhammad SAW. Seperti tahun-tahun sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengagendakan peringatan Maulid Nabi Muhammad tingkat Kabupaten. Pelaksanaan kegiatan tersebut di tahun-tahun sebelumnya, mendapatkan tempat dihati masyarakat KSB, terbukti dengan keterlibatan seluruh masyarakat di masing-masing Kecamatan dan Kelurahan cukup tinggi. Disepanjang jalan protokol, masyarakat akan memadati jalan, dengan ciri khas barisan masing-masing.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Kabupaten Sumbawa Barat 2015 diberi nama Festival Penyekan. Diberi nama Festival Penyekan, karena yang menjadi ciri khas pelaksanaan Maulid di Kabupaten Sumbawa Barat yaitu Penyekan. Penyekan adalah sebuah bangunan mini yang dibuat dari bahan dasar kayu, bambu, triplek, dan kartun. Bentuk bangunan yang paling dominan dipilih yaitu bangunan masjid. Didalam bangunan tersebutlah ditempatkan berbagai macam menu makanan seperti me minyak (nasi minyak), jajan, buah, telur dan dilengkapi dengan hiasan male'. Male' adalah hiasan guntingan kertas yang bermotif khas Samawa yaitu kemang satange, gelompak, lonto engal, piyo dan lain-lain. Identitas penyekan inilah yang menjadi ciri khas turun temurun tradisi peringatan maulid Nabi Muhammad di Kabupaten Sumbawa Barat.


Festival Penyekan tahun ini rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 27 Januari mendatang. Ditemui media, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sumbawa Barat Lenny Topani S.Pd, MM,  menerangkan bahwa InsyaAllah pelaksanaan Festival Penyekan ini akan terlaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Berbagai persiapan telah dilakukan, dari persipan teknis pelaksanaan lomba dan teknis ceremonial perayaan lainnya. Didalam festival penyekan tersebut, yang akan dilombakan yaitu barisan pawai, dan penyekan itu sendiri. Adapun peserta yang akan terlibat nantinya yaitu seluruh SKPD se-Kabupaten Sumbawa Barat, Sekolah-sekolah, dan seluruh Kecamatan. Selain dari beberapa peserta yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat, kegiatan tersebut juga akan melibatkan peserta dari Kabupaten Sumbawa yang di Koordinir oleh LATS, terang Leny sapaan akrabnya.


Leny kemudian menambahkan bahwa pelaksanaan Event Festival Penyekan ini merupakan satu dari rencana 12 event yang diselengggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Festival Penyekan ini adalah Festival pembuka dari 12 Event yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2015. Dan sekarang ini kita tengah mempersiapkan event yang akan diselenggarakan pada bulan Februari dan bulan Maret mendatang. Mudah-mudahan dengan adanya dukungan dari masyarakat, baik pelaksanaan Festival Penyekan, maupun Festival lainnya di bulan mendatang akan dapat terlaksana dengan baik, ucap Leny. (ry)