Wisata Tanpa Prostitusi Dan Minuman Keras, Tantangan Di Sebuah Kabupaten Baru

Pembangunan bidang pariwisata tidak terlepas dari dunia hiburan. Dimanapun lokasi wisata itu berada, media hiburan selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mengembangkan aset wisata.  Tetapi kadang kala dunia hiburan kadangkala kebablasan, dan secara sadar melanggar nilai, norma dan adat istiadat yang berlaku. Dan yang memperparah lagi, kondisi ini justru mendapat dukungan dari masyarakat setempat, sehingga media hiburan yang dianggap melanggar tersebut semakin lama semakin berkembang.

 

Kawasan wisata pantai misalnya, dengan keindahan memukau dan tawaran sejuata keindahan didalamnya secara alamiah dapat memancing para wisatawan untuk datang berkunjung ke lokasi wisata tersebut. Para investor melirik keberadaan asset wisata untuk kemudian dapat dibangun beberapa fasilitas penunjang seperti penginapan, kafe, dan arena bermain. Tetapi karena tidak terkontrol dengan baik, keberadaan fasilitas hiburan tersebut terkadang disalahgunakan oleh para investor maupun pengusaha local yang tidak bertanggungjawab. Terkadang dilokasi hiburan terjadi praktek penjualan minuman keras, prostitusi, dan bahkan tempat terjadinya transaksi penjualan narkoba. Kondisi ini terjadi dimana-mana yang menyebabkan image dunia wisata selalu identik dengan praktek prostitusi dan minuman keras.

Penolakan pengembangan dunia pariwisata pernah terjadi di wilayah Madura, dimana para kyai di wilayah itu menganggap bahwa pariwisata akan memberikan dampak negatif bagi daerah dan generasi. Praktek illegal didalamnya akan menarik generasi muda ikut larut didalamnya, dan akan berlangsung secara terus menerus, karena dunia hiburan sangat mudah menggait kaum muda untuk terlibat didalamnya. Hal itu juga akan terjadi di KSB jika kita terlalu membuka ruang untuk dunia pariwisata, jadi antisipasi atas dampak harus lebih kuat.

Sebagai daerah baru, sebuah langkah untuk meletakkan pondasi pariwisata religi sangat memungkinkan untuk dilakukan. Investasi di bidang pariwisata masih dalam tahap perkembangan, dan pembenahan diberbagai bidang. Upaya untuk memperketat perizinan dibidang pariwisata, terutama menyentuh item penerapan wisata yang jauh dari kegiatan yang dilarang oleh nilai-nilai agama. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada tahun 2015 mendatang akan mengembangkan dunia pariwisata dengan mulai melakukan penataan objek wisata. Pengembangan pariwisata yang akan dilakukan nanti harus tanpa persetujuan peredaran minuman beralkohol dan seks bebas.

Bupati Sumbawa Barat dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan bahwa pembangunan bidang pariwisata harus disiapkan sejak sekarang, karena tidak mungkin ditolak pengembangannya, hanya saja perlu diatur lebih rinci agar tidak vulgar, apalagi sampai melegalkan peredaran minuman haram serta hubungan bebas yang merupakan dampak dari pengembangan pariwisata.

Meskipun begitu, pariwisata dengan bumbu prostitusi dan minuman keras tidak dapat dihindari keberadaannya, karena sebelumnya memang fungsi control tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Seperti contohnya dunia hiburan malam seperti yang terjadi di wilayah lingkar tambang Kecamatan Maluk dan sekitarnya. Keberadaannya telah berlangsung dari sejak Kabupaten Sumbawa Barat belum berpisah dari Kabupaten Sumbawa. Itu berarti bahwa peran kebijakan Pemerintah sangat dibutuhkan untuk dapat mengintervensi operasional seluruh fasilitas hiburan yang ada di lokasi wisata agar jauh dari praktek minuman keras dan prostitusi. Hal tersebut tentu membutuhkan ketegasan dari aparatur, kerjasama lintas sektoral dan tentunya peran aktif masyarakat untuk mengontrol, dan mensikapi terjadinya praktek demoralisasi dalam dunia pariwisata. 

Pembangunan budaya dan spiritualitas menjadi basis utama pembangunan pariwisata pada tahun 2015. Pariwisata harus dibendung dan diseleksi dengan dengan kemampuan daya tangkap terhadap demokrasi dan budaya lokal. Penguatan lembaga pendidikan dan keagamaan bisa mengimbangi kemajuan pariwisata untuk memperkuat masyarakat.

Image yang harus dibangun dari sekarang adalah , jika ingin mencari tempat berlibur, objek wisata yang damai dengan penyuguhan alam yang indah dan eksotik bisa dinikmati di Kabupaten Sumbawa Barat .

 “Kita semua yakin pariwisata bisa dikembangkan tanpa melegalkan peredaran minuman beralkohol dan seks bebas, jika kita semua mengambil peran didalamnya". (ry)