Festival Penyekan Ramaikan Peringatan Maulid Tingkat Kabupaten

Salah satu tradisi turun temurun yang diperingati setiap memasuki bulan bulan Rabiul Awal adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Moment dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut diperingati dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti dzikir dan doa bersama, tabligh akbar, pawai ta'aruf, dan kegiatan lainnya yang bernuansa religius. Aktifitas masyarakat akan nampak dari sejak persiapan peringatan maulid nabi. Seperti biasanya, masyarakat akan disibukkan dengan aktifitas pembuatan me minyak (nasi minyak). Di masjid-masjid desa maupun kecamatan secara bergilir melaksanakan moment penting tersebut. Panitia pelaksana tidak akan disibukkan dengan penyediaan konsumsi, karena sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut, masing-masing warga menyediakan 1 hingga 3 kotak per kepala keluarga untuk selanjutnya di antar ke Masjid tempat pelaksanaan peringatan maulid.

Ngingidah Poto Tano “bukan ritual mengada-ngada”

Indonesia adalah bangsa bahari yang ditunjukkan dengan berbagai peradaban yang berasal dari berbagai etnik. Keragaman budaya telah mempengaruhi bangsa ini dalam memahami pentingnya budaya bahari. Budaya bahari hendaknya dipahami sebagai cara atau pola pikir sekelompok masyarakat yang menetap di wilayah pesisir dengan memiliki cara pandang tertentu tentang religi (pandangan hidup), bahasa, seni, mata pencaharian, organisasi dan pengetahuan. Unsur tersebut diarahkan pada pemberdayaan dan sumber daya kelautan untuk pertumbuhan dan dinamika masyarakat yang menetap di wilayah perairan, pesisir. Bagi masyarakat pesisir, sikap hidup dasar masyarakat tersebut adalah memiliki atau menganggap bahwa laut merupakan sumber daya untuk kelangsungan, pertumbuhan, dan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Perlu Masukan Warga

FGD diharapkan dapat membangun partisipasi Warga

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan aktifitas yang satu sama lainnya saling berkaitan. Pembangunan Bidang Pariwisata membutuhkan tangan-tangan kreatif untuk menghidupkan lalu lintas ekonomi dalam setiap ruang kehidupan masyarakat. Demikian pula Ekonomi kreatif, juga membutuhkan pasar yang sasarannya adalah masyarakat yang ada di daerah maupun masyarakat yang datang dari luar daerah. Perpaduan keduanya dapat bersinergi dalam rangka membangun ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Sumbawa Barat misalnya, saat ini memiliki beberapa kawasan pariwisata yang potensial. Tetapi harus kita akui bahwa diantara kawasan wisata tersebut belum menjadi primadona baik bagi masyarakat setempat maupun masyarakat dari luar daerah. Disinilah dibutuhkan tangan-tangan kreatif untuk menggarap aktifitas ekonomi kreatif yang mampu menghidupkan kawasan wisata.

Wisata Tanpa Prostitusi Dan Minuman Keras, Tantangan Di Sebuah Kabupaten Baru

Pembangunan bidang pariwisata tidak terlepas dari dunia hiburan. Dimanapun lokasi wisata itu berada, media hiburan selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mengembangkan aset wisata.  Tetapi kadang kala dunia hiburan kadangkala kebablasan, dan secara sadar melanggar nilai, norma dan adat istiadat yang berlaku. Dan yang memperparah lagi, kondisi ini justru mendapat dukungan dari masyarakat setempat, sehingga media hiburan yang dianggap melanggar tersebut semakin lama semakin berkembang.