Pembangunan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Perlu Masukan Warga

FGD diharapkan dapat membangun partisipasi Warga

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan aktifitas yang satu sama lainnya saling berkaitan. Pembangunan Bidang Pariwisata membutuhkan tangan-tangan kreatif untuk menghidupkan lalu lintas ekonomi dalam setiap ruang kehidupan masyarakat. Demikian pula Ekonomi kreatif, juga membutuhkan pasar yang sasarannya adalah masyarakat yang ada di daerah maupun masyarakat yang datang dari luar daerah. Perpaduan keduanya dapat bersinergi dalam rangka membangun ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Sumbawa Barat misalnya, saat ini memiliki beberapa kawasan pariwisata yang potensial. Tetapi harus kita akui bahwa diantara kawasan wisata tersebut belum menjadi primadona baik bagi masyarakat setempat maupun masyarakat dari luar daerah. Disinilah dibutuhkan tangan-tangan kreatif untuk menggarap aktifitas ekonomi kreatif yang mampu menghidupkan kawasan wisata.

Wisata Tanpa Prostitusi Dan Minuman Keras, Tantangan Di Sebuah Kabupaten Baru

Pembangunan bidang pariwisata tidak terlepas dari dunia hiburan. Dimanapun lokasi wisata itu berada, media hiburan selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mengembangkan aset wisata.  Tetapi kadang kala dunia hiburan kadangkala kebablasan, dan secara sadar melanggar nilai, norma dan adat istiadat yang berlaku. Dan yang memperparah lagi, kondisi ini justru mendapat dukungan dari masyarakat setempat, sehingga media hiburan yang dianggap melanggar tersebut semakin lama semakin berkembang.

Mantar: Kekayaan Tradisi dan Perwujudan Desa Adat

Di beberapa daerah di Indonesia dapat kita lihat contoh eksistensi Desa Adat dalam dinamika Negara Kesatuan Republik Indonesia. Eksistensi Desa Adat dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara semakin diberikan ruang ketika telah berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Otonomi Daerah. Satu kesatuan hokum yang menaungi kehidupan masyarakat yang disebut Desa Adat mendapat legalitas oleh Negara untuk dapat mengatur kehidupan social masyarakatnya. Begitu juga dengan berlakunya Undang-undang Nomor 06 tahun 2014 tentang Desa, semakin memberikan ruang yang jelas terhadap eksistensi  Desa Adat.

Pemuda dan Sadar Wisata

Berbicara mengenai potensi pariwisata, pulau Sumbawa tak kalah menakjubkan jika dibandikan dengan pulau-pulau tetangganya yakni, Pulau Lombok, Flores, dan Bali. Namun kekayaan potensi tersbut belum banyak diketahui oleh masyarakat terutama masyarakat pulau Sumbawa sendiri. Hal ini menggugah sekelompok anak muda yang tergabung dalam Adventurous Sumbawa (AS ) untuk menelusuri potensi-potensi tersebut.