Wisata Pantai Balad Tetap Menjadi Pilihan Utama

Menyusuri jalan beraspal menuju kesebelah Barat Kota Taliwang, butuh waktu 10 menit melintasi jalan sepanjang kurang lebih 2 Km dari dalam kota. Tibalah kita disebuah pantai yang melegenda dari sejak zaman dahulu yaitu pantai balad. Nama pantai balad sering dirangkaiakan dengan sejarah awal masuknya Islam ke Negeri Samawi (Samawa Anorawi) dan tempat awal bersandarnya kapal perang milik belanda pada abad ke-19 dan awal abad ke 20, yang hendak datang menguasai Pulau Sumbawa. Posisi pantainya yang luas, dan memiliki jarak tempuh yang cukup singkat untuk memasuki wilayah konsolidasi pahlawan unru tersebut, mungkin menenjadi salah satu pertimbangan mengapa Pantai Balad menjadi tempat sandaran kapal. Gugusan gunung yang membentang dari Barat hingga ke utara, pepehonan rindang dan hutan mangrove yang berjajar disepanjang jalan, menggambarkan sebuah medan gerilya pada zaman dahulu, tempat berjibakunya para pejuang kemerdekaan, siap siaga menghadapi serangan belanda.

PT.NOP Suplay Rumah Knock Down Mulai Bulan Mei

Operasional PT NOP yang mengelolah Pulau Passerang saat ini sudah mulai menunjukkan beberapa aktifitas dilapangan. Perusahaan yang sempat dipertanyakan komitmennya tersebut rencananya mulai bulan mei akan mulai melakukan pengangkutan rumah knock down yang akan ditempatkan di pulau passerrang. Rumah knock down atau rumah yang dapat dibongkar pasang tersebut akan menjadi cottage (penginapan) di kawasan wisata tersebut dan menjadi lokasi penginapan sekelas hotel bintang lima.

Pesona Gili Balu

Nama Gili Balu’ berasal dari bahasa Sumbawa yaitu “gili” yang berarti pulau kecil dan “balu” yang berarti delapan. Sehingga secara harfiah Gugusan Gili Balu’ dapat diartikan sebagai Gugusan Delapan Pulau Kecil. Pulau-pulau kecil yang termasuk dalam Gugusan Gili Balu’ adalah Pulau Kalong, Pulau Namo, Pulau Kenawa, Pulau Ular, Pulau Mandiki, Pulau Paserang, Pulau Kambing dan Pulau Belang. Kedelapan pulau tersebut masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Poto Tano. Nama Gugusan Gili Balu’ telah dikukuhkan dan dicaNangkan sebagai kawasan konservasi melalui Keputusan Bupati Sumbawa barat nomor 849 tahun 2011, dengan status Taman Pulau Kecil.