LATS Anorawi Mandatkan Ustadz Ma'ruf Sebagai PLT Pajatu Adat

Setelah ditinggalkan oleh ketua Lembaga Adat Tana Samawa Anorawi H.L.Muhadli, para Pajatu adat kecamatan dan pengurus LATS Anorawi lainnya mendorong agar segera diipilihnya Pelaksana Tugas LATS Anorawi pengganti ketua sebelumnya yang berhalangan tetap/meninggal dunia. Merespon hal tersebut, KH Zulkifli Muhadli, SH.,MM dalam kapasitasnya sebagai Pariwa Adat LATS melaksanakan musyawarah yang diikuti oleh seluruh pengurus LATS Anorawi dan unsur Ketua Seluruh LATS Kecamatan. Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Aula Graha Fitrah pada senin/19/01 pkl 09.00 WITA ternyata belum menemukan kesepakatan tentang siapa yang pantas diberikan amanah menjalankan tugas sebagai PLT Ketua/Pejatu adat LATS Anorawi. Sehingga pada pertemuan selanjutnya rabu/22/01 pkl 14.00 Wita, dilaksanakan dalam ruang lingkup terbatas yang hanya diikuti oleh para Panangar adat/Penasehat dan hasilnya menunjuk Ustadz Amir Maruf Husain sebagai PLT menghantarkan berakhirnya periode kepengurusan pada 2016 mendatang.

Sekitar 5000 Warga KSB Akan Banjiri Festival Male Darussalam

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. yang di kemas dalam konsep festival Male KSB saat ini dalam proses persiapan. Kegiatan yang rencananya akan melibatkan peserta se-Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok ini, telah menambahkan kesibukan bagi seluruh kecamatan, kelurahan, SKPD, sekolah-sekolah, dan organisasi kemasyarakatan. Tampak di beberapa kelurahan sedang sibuk mengumpulkan berbagai pernak pernik kebutukan penyekan yang merupakan instrument utama dari festival male darussalam. Di temui media, Ariandi S.Pd salah seorang guru di SDN 09 Taliwang menjelaskan bahwa saat ini mereka mempersiapkan bangunan penyekan dengan berbagai hiasan di dalamnya. "Kami bersama guru-guru lainnya saat ini sedang membuat penyekan dengan bentuk miniatur Masjid Darussalam. Sementara hiasan berupa male, bunga, dan isinya nanti berupa jajan dan me minyak (nasi minyak) nant akan dipersiapkan oleh guru dan murid, ungkap Andi sapaan akrabnya.

Festival Penyekan Ramaikan Peringatan Maulid Tingkat Kabupaten

Salah satu tradisi turun temurun yang diperingati setiap memasuki bulan bulan Rabiul Awal adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Moment dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut diperingati dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti dzikir dan doa bersama, tabligh akbar, pawai ta'aruf, dan kegiatan lainnya yang bernuansa religius. Aktifitas masyarakat akan nampak dari sejak persiapan peringatan maulid nabi. Seperti biasanya, masyarakat akan disibukkan dengan aktifitas pembuatan me minyak (nasi minyak). Di masjid-masjid desa maupun kecamatan secara bergilir melaksanakan moment penting tersebut. Panitia pelaksana tidak akan disibukkan dengan penyediaan konsumsi, karena sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut, masing-masing warga menyediakan 1 hingga 3 kotak per kepala keluarga untuk selanjutnya di antar ke Masjid tempat pelaksanaan peringatan maulid.

Ngingidah Poto Tano “bukan ritual mengada-ngada”

Indonesia adalah bangsa bahari yang ditunjukkan dengan berbagai peradaban yang berasal dari berbagai etnik. Keragaman budaya telah mempengaruhi bangsa ini dalam memahami pentingnya budaya bahari. Budaya bahari hendaknya dipahami sebagai cara atau pola pikir sekelompok masyarakat yang menetap di wilayah pesisir dengan memiliki cara pandang tertentu tentang religi (pandangan hidup), bahasa, seni, mata pencaharian, organisasi dan pengetahuan. Unsur tersebut diarahkan pada pemberdayaan dan sumber daya kelautan untuk pertumbuhan dan dinamika masyarakat yang menetap di wilayah perairan, pesisir. Bagi masyarakat pesisir, sikap hidup dasar masyarakat tersebut adalah memiliki atau menganggap bahwa laut merupakan sumber daya untuk kelangsungan, pertumbuhan, dan kesejahteraan masyarakat.