Pantai Kertasari Menjemput Keindahan Di Tanah Selayar

Kertasari adalah sebuah desa yang terletak di bagian Barat Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Tiba di desa ini kita memerlukan waktu selama kurang lebih 45 menit, menempuh jalan berliku-liku, menyusuri pegunungan, persawahan dan perkampungan warga. Di sepanjang jalan kita akan menjumpai hewan ternak warga (sapi,kambing,kuda), menunjukkan bahwa selain bertani, mata pencaharian masyarakat desa disepanjang jalan adalah beternak.

Permen Jadi (Permen Susu Khas Sumbawa Barat)

Permen jadi (permen susu khas Sumbawa Barat) saat ini sudah sangat familiar di kalangan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat, bahkan jenis panganan ini dapat kita temukan di beberapa kios, toko, dan mini market yang ada di Kota Taliwang dan sekitarnya. Produk olahan dengan bahan utama susu kerbau ini diproduksi oleh beberapa industry rumah tangga yang ada di KSB. Dominan rasa susu kerbau dengan tekstur yang mudah lentur, membuat permen jadi selalu betah berada dilidah, dan terus mencicipi satu per satu hingga tak terasa habis.

Kafetaria Peluang Bisnis anak-anak muda KSB

Bisnis kafetaria beberapa tahun ini mulai tumbuh di dalam masyarakat, terutama kota Taliwang sebagai pusat aktifitas masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat. Seperti halnya di kota-kota besar, bisnis kafetaria ini lebih banyak digeluti oleh para remaja dan pemuda. Tempat tongkronganya pun di design sedemikian rupa dengan gaya khas permainan warna warni lampu, hiasan dinding dengan ilustrasi pop rock, dan tempat duduk lesehan, dan ada juga beberapa tempat menggunakan bangku dan meja. Stelan music disesuaikan dengan suasana dan waktu kunjungan. Sajian menu-menu ringan berupa juice, coffee, roti bakar, mi goreng, dan teh, menjadi sajian menarik untuk menghabiskan waktu diskusi dan bercengkrama bersama kawan atau kerabat.

Sakeco Masih Tetap Diminati

Sebuah seni sastra lisan Sumbawa yang sampai saat ini masih tetap terlantun di telinga kita adalah Sakeco. Merupakan salah satu bentuk seni sastra yang bersumber dari Lawas. Sakeco dimainkan oleh dua orang pria yang merupakan pasangannya dan masing-masing memegang satu rabana (rebana). Rebana yang digunakan adalah bisa Rabana Ode atau Rabana Rango/Rabana Kebo (Rebana Besar). Penggunaan dua jenis rebana ini didasarkan pada temung yang akan digunakan. Rabana Ode biasa dipakai untuk memainkan temung Sakeco Ano Rawi, dan Rabana Kebo biasanya digunakan oleh sebagian besar orang Sumbawa Ano Siup.
 Sakeco dapat dimuati oleh Lawas Nasihat (pamuji); Lawas Tau Loka, Lawas Muda-mudi, Lawas tode yang dibuat dalam bentuk tutur (cerita naratif).

Perpaduan music ritmis, rancikan kata-kata dengan lirik khas, sekeco masih tetap menyemarakkan berbagai event daerah dan masih tetap digemari. Meski para pelakunya rata-rata dari kalangan tua, tetapi perpaduan irama dan lantunan sekeco masih nyaring terdengar dan membawa kita ke alam tempo dulu. Inilah daya tarik yang menjadi warna kesenian khas Daerah Kabupaten Sumbawa Barat.