Mantar: Kekayaan Tradisi dan Perwujudan Desa Adat

Di beberapa daerah di Indonesia dapat kita lihat contoh eksistensi Desa Adat dalam dinamika Negara Kesatuan Republik Indonesia. Eksistensi Desa Adat dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara semakin diberikan ruang ketika telah berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Otonomi Daerah. Satu kesatuan hokum yang menaungi kehidupan masyarakat yang disebut Desa Adat mendapat legalitas oleh Negara untuk dapat mengatur kehidupan social masyarakatnya. Begitu juga dengan berlakunya Undang-undang Nomor 06 tahun 2014 tentang Desa, semakin memberikan ruang yang jelas terhadap eksistensi  Desa Adat.

Pemuda dan Sadar Wisata

Berbicara mengenai potensi pariwisata, pulau Sumbawa tak kalah menakjubkan jika dibandikan dengan pulau-pulau tetangganya yakni, Pulau Lombok, Flores, dan Bali. Namun kekayaan potensi tersbut belum banyak diketahui oleh masyarakat terutama masyarakat pulau Sumbawa sendiri. Hal ini menggugah sekelompok anak muda yang tergabung dalam Adventurous Sumbawa (AS ) untuk menelusuri potensi-potensi tersebut. 

Batu Nganga

 



Pada zaman dahulu di Sumbawa Barat hiduplah sebuah keluarga, pak Dolah dan istrinya Sena bersama dua orang anaknya Isa dan Sahida. Mereka tinggal di sebuah gubuk di tepi hutan Pekerjaan pak Dolah sehari hari adalah mencari kayu di hutan dan kemudian di bantu istrinya menjual kayu-kayu itu kepada warga di desa. Dari hasil menjual kayu itulah mereka dapat mambeli makanan dan pakaian.